Sabtu, Oktober 31, 2009

Api Olimpiade Musim Dingin Lintasi Kanada

Warga Kanada untuk pertama kali menyaksikan kedatangan api Olimpiade saat rombongan pembawa api itu mendarat di Victoria, Kanada yang menandai dimulainya secara resmi pawai obor Olimpiade 106 hari menuju Olimpiade Musim Dingin Vancouver dengan melintasi negara kedua terbesar di dunia itu.

Ini untuk pertama kali obor api Olimpiade itu berada di tanah Kanada lagi sejak 1988 ketika Calgary menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingan dan pembawa obornya adalah atlet peraih medali emas dari Olimpiade itu, seorang peselancar es Catriona Le May Doan, yang menjadi perempuan atlet pertama pembawa obor Olimpiade.

Pesawat jet militer Kanada yang membawa api Olimpiade tersebut tiba terlambat 90 menit di Bandara Internasional Victoria International Airport dengan membawa rombongan 75 orang, termasuk para pejabat Olimpiade, politisi, pejabat pemerintah serta wartawan.

Penerbangan selama 14 jam dari Yunani termasuk persinggahan sebentar di Eslandia sebelum mendarat di ibukota British Columbia, Victoria, 69 kilometer sebelah baratdaya Vancouver.

"Olimpiade menjadi semacam inspirasi bagi seluruh negeri dan merupakan momen Kanada di tingkat dunia untuk mempertunjukkan semua hal yang bagus yang kami miliki sebagai orang Kanada," kata Perdana Menteri Kanada Stephen Harper

Pawai obor Olimpiade sejauh 45.000 kilometer tersebut akan membawa api itu melintasi Kanada melalui jalan air, darat dan udara sebelum tiba Vancouver yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2010 pada 12-28 Februari mendatang.

Api tiba di Kanada dalam sebuah lampu pekerja tambang dan dibawa turun oleh Walikota Vancouver Gregor Robertson. Ketika ia sampai di landasan pacu ia menaruhnya secara hati-hati di landasan parkir pesawat selama beberapa detik sebelum mengambilnya kembali.

"Victoria adalah kota pertama Kanada yang dikunjungi api Olimpiade ini dan kami masih harus membawanya melintasi Kanada. Inilah saatnya untuk menyinari negeri kami," ujar Robertson.

Selain itu, ada pula acara mengheningkan cipta sejenak bagi Jack Poole, mantan ketua panitia Vancouver yang meninggal dunia pekan lalu beberapa saat menjelang api tersebut disulut di Olympia, Yunani.

Iring-iringan obor itu akan dimeriahkan oleh sebanyak 12.000 pembawa obor sebelum api mencapai kaldron Olimpiade di Vancouver.

Pada upacara di luar ruang di bandara itu, Robertson kemudian menyerahkan api kepada Menteri Besar (Premier) propinsi British Columbia Gordon Campbell.

"Ini lah awal dari apa yang disebut saat yang luar biasa bagi Kanada. Tugas kami sekarang adalah merefleksikan semangat dari api ini ke dalam hati semua warga Kanada," ujar Campbell.

Atlet lain yang akan bergabung dengan Le May Doan sebagai pembawa obor pertama adalah Victoria Simon Whitfield yang memperoleh medali emas pada Olimpiade Musim Panas Sydney tahun 2000.

Api tersebut diperkirakan tidak akan padam namun ironisnya hal itu pernah terjadi pada pawai obor di Kanada menjelang Olimpiade Musim Panas 1976 di Montreal. Seorang petugas pembawa obor terpaksa menyalakan obor itu lagi dengan menggunakan pemantik api untuk rokok.

Pada saat api itu nanti tiba di BC Place Stadium pada 12 Februari 2010, api itu diperkirakan akan sudah mengunjungi lebih dari 1.000 warga Kanada dan telah melakukan perjalanan ke belahan utara terjauh bumi dalam sejarahnya.


Share/Save/Bookmark

India Sediakan Bea Siswa Untuk Warga Indonesia

Pemerintah India selama ini menyediakan bea siswa untuk ratusan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di negara tersebut.

"Pemerintah India setiap tahunnya menyediakan beasiswa untuk 750 orang Indonesia yang ingin menempuh studi ke jejang S-1, S-2, bahkan S-3," kata Koordinator Bali-India Friendship, Agus Indra Udayana, di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, selama ini baru sebagian kecil saja dari kuota beasiswa sebanyak itu yang telah dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia.

"Mendatang kami harapkan jumlah mahasiswa yang tertarik belajar ke India menjadi lebih banyak, seiring dengan semakin lancarkan hubungan kedua negara," ucapnya.

Menurut dia, Bali sangat berpeluang memanfaatkan beasiswa untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke India.

Agus Indra yang alumnus sebuah universitas di India itu berharap, ke depan banyak mahasiswa dan dosen dari Bali, khususnya Institut Seni Indonesia (ISI) maupun Institut Agama Hindu Negeri (IHDN), dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke India.

"ISI Denpasar selama ini banyak mengirim dosennya untuk melanjutkan jenjang pendidikan S-2 dan S-3 ke Amerika Serikat, dan nantinya kami harapkan juga bisa mengirim ke India," harap Agus Indra yang juga pengasuh Ashram Gandi Puri Denpasar.

Menyinggung beberapa jenis tarian klasik India yang mirip dengan tarian sakral di Bali, Agus Indra membenarkannya, dan bahkan tarian tersebut telah mampu memberikan inspirasi bagi lahirnya garapan tabuh dan tari di kedua negara.

Selanjutnya, semua itu akan mampu memperkaya khasanah seni dan budaya Bali-India, sekaligus dapat memantapkan hubungan kerja sama kedua negara, khususnya India dengan Bali yang selama ini telah berlangsung dengan cukup baik, katanya.


Share/Save/Bookmark

Gus Dur: Rakyat di Belakang Bibit dan Chandra

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, menjaminkan diri untuk pembebasan Bibit Samad Riyanto dan Chandra Marta Hamzah, dari tahanan polisi, seraya menyatakan rakyat berdiri di belakang dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif itu.

"Saya mau nambahin jaminan," kata Gus Dur setelah mendatangi gedung KPK, Jakarta, Sabtu.

Sikap Gus Dur untuk menjaminkan diri itu merupakan dukungan kepada KPK sekaligus dukungan kepada sejumlah tokoh nasional yang telah menjaminkan diri untuk pembebasan Bibit dan Chandra.

Mengenakan pita hitam di lengan kanan dan didampingi sejumlah pengikutnya, Gus Dur tiba di gedung KPK pukul 09.40 WIB dan baru keluar sekitar satu setengah jam kemudian.

Dia ditemui oleh Wakil Ketua KPK Haryono Umar dan Wakil Ketua sementara Mas Ahmad Santosa dan Waluyo, beserta sejumlah deputi KPK.

Kepada wartawan, Gus Dur menjelaskan kedatangannya adalah wujud dukungan kepada KPK agar terus bekerja memberantas tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.

Dia berharap pimpinan KPK tidak perlu terpengaruh dengan upaya pelemahan dalam bentuk proses hukum terhadap sejumlah pimpinan KPK. Menurut Gus Dur, rakyat berada di belakang Bibit dan Chandra untuk memberikan dukungan.

"Kita berharap perjuangan KPK untuk menegakkan hukum dan demokrasi itu benar-benar tetap terlaksana," kata Gus Dur.

Gus Dur mengaku bingung dengan alasan penahanan kedua orang itu dan tidak bisa memahami tuduhan polisi terhadap keduanya.

Menurut Gus Dur, tuduhan terhadap kedua pimpinan KPK selalu berubah, mulai dari tuduhan suap hingga penyalahgunaan wewenang. Gus Dur menganggap hal itu sangat membingungkan.

"Saya bingung kok berubah seperti ini?" tanyanya heran.

Untuk itu, Gus Dur meminta KPK dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut mempertanyakan proses hukum yang dijalankan oleh polisi.

"Kenapa takut, polisi juga orang," tambah Gus Dur.


Share/Save/Bookmark

Rabu, Oktober 28, 2009

SBY Tak Bersikap, Rekaman Rekayasa Jadi Sia-Sia

Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dicatut dalam percakapan yang diduga dilakukan antara Anggoro Widjojo dengan adiknya Anggodo Widjojo. Namun, semalam, Yudhoyono angkat bicara. Dia membantah terlibat dalam skenario kriminalisasi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dan merasa namanya telah dicatut.

Dalam jumpa pers yang diwakili juru bicara Kepresiden Dino Patti Djalal kemarin, Yudhoyono hanya mengklarifikasi soal pencatutan namanya, tetapi tidak bersikap soal dugaan adanya rekayasa di balik proses hukum dua pimpinan (non aktif) KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Pernyataan hanya soal pencatutan, tidak menunjukan sikap membela KPK. Itu yang disayangkan, Pak SBY tidak memikirkan pemberantasan korupsi," ujar Direktur Eksekutif Pusat Kajian anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum UGM Zainal Arifin Muchtar kepada okezone via telepon, Rabu (28/10/2009).

Dia menambahkan, bila Yudhoyono tidak bersikap tegas terhadap dugaan rekayasa itu, maka bukti transkrip rekaman yang telah beredar luas menjadi sia-sia. Bagi Zainal, rekayasa proses hukum dan peradilan adalah tragedi bagi tegaknya keadilan hukum.

Zainal menyarankan Yudhoyono memerintahkan Kepolisian untuk mengusut kasus Bibit dan Chandra secara independen dan terbuka. "SBY harus mengindependenkan penanganan perkara tersebut," pungkasnya.

Agar rekayasa ini terungkap jelas, dia mendesak KPK untuk segera membuka isi rekaman hasil penyadapan yang dilakukan dalam penyelidikan dugaan korupsi proyek pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. "Kalau tidak dibuka banyak ruginya, semua jadi sia-sia," tandas dia.

Seperti diberitakan, beredar transkrip rekaman yang berisi dugaan upaya rekayasa penetapan dua pimpinan (non aktif) KPK Bibit dan Chandra sebagai tersangka kasus penyalahgunaan wewenang dan suap. Transkrip pembicaraan tersebut melibatkan Anggodo Widjojo dengan petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian.

Dalam percakapan terkuak skenario untuk menyeret pimpinan KPK dalam perkara pemerasan Anggoro Widjojo. Anggodo Widjojo diduga menyusun skenario melalui berita acara pemeriksaan Ari Muladi. Anggodo dalam cuplikan pembicaraanya meminta bantuan petinggi hukum agar Ari dalam keterangannya mengaku telah menyerahkan uang ke pimpinan KPK.


Share/Save/Bookmark

14: Berdayakan Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri

Ilmuwan Indonesia yang berada di luar negeri merupakan aset bangsa sehingga harus diberdayakan untuk kepentingan bangsa, demikian siaran pers Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4).

"Saat ini banyak ilmuwan Indonesia yang telah berkarir sebagai peneliti maupun dosen di berbagai universitas luar negeri yang karya-karyanya telah diakui oleh dunia internasional," kata Wakil Ketua Umum I4 Arif Satria dalam siaran pers yang diterima ANTARA News di Jakarta, Senin.

Arif kemudian menyebutkan beberapa contoh, seperti Johny Setiawan, peneliti di Max Planck Institute, Heidelberg, Jerman, yang merupakan penemu planet ekstrasurya yang diberi nama HD 11977b.

"Selain itu, masih ada Khoirul Anwar, peneliti di Jepang, yang berhasil merombak pakem efisiensi alat komunikasi seperti telefon seluler, sehingga kecepatan data yang dikirim meningkat," lanjutnya.

I4 merupakan sebuah organisasi yang didirikan pada 5 Juli 2009 di Den Haag, Belanda. Organisasi itu beranggotakan para profesor, peneliti, maupun mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikannya di luar negeri.

"Dalam jangka pendek, I4 akan mengembangkan database kepakaran ilmuwan Indonesia di luar negeri sebagai instrumen penting dalam memfasilitasi kerja sama internasional antara ilmuwan Indonesia di dalam dan di luar negeri," kata Arif.

Menurut Arif, I4 juga akan dijadikan wadah komunikasi dan informasi hasil-hasil riset terkini di dunia yang dapat dijadikan referensi bagi peningkatan kompetensi riset nasional.

Organisasi ini memiliki misi untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama antarilmuwan di luar negeri dengan ilmuwan di dalam negeri, serta dengan pihak pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Selain itu, I4 juga berupaya meningkatkan kompetensi ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Misi I4 selanjutnya adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui proses alih iptek yang disesuaikan dengan identitas dan kultur bangsa.

"Dengan melihat banyaknya ilmuwan sukses di luar negeri serta potensi mahasiswa di luar negeri yang sudah mencapai 50 ribu, penting untuk di organisasi dan diberdayakan untuk kepentingan bangsa," kata Arif dalam siaran itu.


Share/Save/Bookmark